Salah satu kunci penguasaan bahasa Inggris adalah lewat penguasaan kosakata yang luas. Hal ini juga memangku peranan penting dalam pemahaman bacaan dalam bahasa Inggris. Setelah ulasan mengenai software yang berguna untuk melatih Listening kamu sebelumnya, berikut ini beberapa software Android pilihan yang dapat kamu download untuk keperluan belajar Reading secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi yang pastinya kamu punya.
1. English Vocab Game - Flashcard
Ini adalah alat yang sangat baik untuk meningkatkan kosakata kamu dengan cara yang menyenangkan. Aplikasi ini juga akan sangat berguna bagi kamu yang hendak menempuh tes-tes seperti TOEFL, CAT, GRE, GMAT dan SAT.
Dengan aplikasi ini, kamu dapat memilih kosakata tertentu dengan sistem alfabet dan menebak sinonim, antonim, dan melihat konteks penggunaannya.
2. TOEIC Reading
Aplikasi ini berisi teks-teks dan soal latihan untuk meningkatkan nilai TOEIC kamu. Disamping itu, kamu juga dapat melatih kemampuan membaca kamu setingkat universitas.
3. TOEFL TOEIC Vocabulary
Hampir sama dengan aplikasi sebelumnya, aplikasi ini berisi lebih dari 2000 kata yang umumnya ditemukan dalam TOEFL dan TOEIC. Kamu juga dapat memilih 3 cara belajar ynag efektif sehingga kamu dapat menghafalkan kosakata tersebut.
4. English Vocabulary Daily
Dengan sistem offline, aplikasi ini memungkinkan para penggunanya untuk dapat belajar kosakata baru disetiap waktu luangnya. Disamping itu, kamu dapat memperkaya kosakata kamu karena pada aplikasi ini kamu dapat mempelajari kata-kata yang berkaitan dengan kata tertentu.
5. SSAT Reading Comprehension
Aplikasi ini memiliki 21 teks dan 600 butir soal. Pada akhirnya, setelah kamu mengerjakan soal-soalnya, kamu dapat melihat hasil kamu berikut penjelasan disetiap nomornya. Dengan adanya chart, kamu juga bisa melihat perkembangan nilai kamu sehingga kamu bisa mengetahui proses pembelajaran kamu.
6. English Reading Test
Dengan aplikasi ini, kamu dapat berlatih mengerjakan berbagai soal Reading. Kamu dapat memilih jenis tes yang ingin kamu latih, seperti:
1. TEOFL Reading
2. TOEIC Reading
3. IELTS Reading
Thursday, 5 June 2014
CEFR
Taukah kamu apa itu CEFR?
Beberapa orang yang pernah ambil
tes TOEFL ITP baru-baru ini mulai
kenal dengan CEFR. Hal ini
dikarenakan oleh pihak ETS kini tidak hanya mengeluarkan nilai hasil tes
seseorang tetapi juga memberikan deskripsi mengenai kemampuannya dalam
berbahasa Inggris dan level kemampuannya secara internasional.
Common European Framework Reference for Languages biasanya
disingkat dengan CEFR. CEFR ini adalah suatu pedoman yang
digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa Inggris seseorang yang
tinggal di negara-negara dimana bahasa Inggris tidak digunakan sebagai bahasa
pengantar.
CEFR inilah yang juga umumnya digunakan untuk menyusun kurikulum,
silabus, buku pelajaran, dan tes sesuai dengan level yang berlaku secara
internasional. Pada dasarnya CEFR
membagi level kemampuan berbahasa Inggris kedalam 3 level utama dan kemudian di
bagi lagi menjadi 6 level.
Level A (Basic User)
Level ini adalah kategori bagi
jenis kemampuan dasar atau pemula. Level ini dibagi lagi dalam dua kategori,
yaitu level A1 (Breakthrough or Beginner)
dengan kemampuan untuk memahami hal-hal seputar dirinya sendiri dengan masih
sangat memerlukan bantuan dalam menanggapi hal-hal sederhana. Kategori kedua
adalah level A2 (Waystage or Elementary)
dengan kemampuan berinteraksi mengenai hal-hal yang terjadi sehari-hari.
Level B (Independent User)
Level ini adalah mereka dengan
kemampuan menggunakan bahasa Inggris dengan lebih mandiri. Level ini juga
dibagi menjadi 2 kategori, yaitu B1 (Threshold
or Intermediate) dengan kemampuan berinteraksi pada situasi-situasi
tertentu, kemampuan untuk mendeskripsikan pengalaman maupun opini mereka baik
secara lisan maupun teks singkat. Kategori kedua yaitu level B2 (Vantage or Upper Intermediate) dengan
kemampuan berinteraksi yang lancar dan natural bila berkomunikasi dengan orang
asing. Disamping itu, pada level ini seseorang dapat memahami dan menyatakan
pendapatnya atas topik-topik yang abstrak secara komprehensif sesuai dengan
bidangnya.
Level C (Proficient User)
Pada level ini, seseorang sudah
memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggunakan bahasa Inggris. Level ini
dibagi menjadi dua kategori, yaitu level C1 (Effective
Operational Proficiency or Advanced) dimana seseorang mampu berkomunikasi
dengan penutur asli tanpa kesulitan apapun, mampu memahami dan membuat karya
tulis dengan standar penulisan yang sangat baik. Level kedua adalah C2 (Master or Proficiency) dengan kemampuan
yang tidak diragukan lagi secara lisan dan tertulis. Seseorang dengan level
kemampuan ini sudah mampu memberikan presentasi dan berargumentasi.
Dengan adanya deskripsi mengenai
kemampuan kita dengan CEFR, maka kita tidak lagi bertanya-tanya tentang arti
nilai tes kita atau arti level kita jika kita mengikuti kursus Bahasa Inggris.
Dengan mengetahui kemampuan bahasa Inggris kita sendiri, kita juga jadi punya
dasar jika kita ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita.
Tuesday, 3 June 2014
Listening Practice on your Fingers
Berikut ini 5 Software Android pilihan untuk belajar bahasa Inggris secara mandiri:
1.English Listening Test
2. English Podcast
3. Radio English
4. Learn English 6000 words
5. Learn English Audio & Video
1.English Listening Test
Program ini dirancang khusus bagi yang sedang mempersiapkan diri untuk menempuh tes, seperti TOEFL, TOEIC, dan IELTS dengan format:
A. Short Conversation
B. Longer Conversation
C. Mini Talks & Lecturers
Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan flashcards yang juga dapat berguna dalam menambah kosakata.
2. English Podcast
Program dengan rating 4.6 di Google Play ini berisi Podcast yang dapat membantu anda dalam meningkatkan pemahaman tentang grammar, vocabulary, idiom, dan public speaking.
"Let English be music to your ears"
3. Radio English
Lewat program ini, anda dapat mendengarkan BBC. CNN, NPR, CRI, VOA Standard English, dan VOA Special English dengan bantuan subtitle. Dengan begitu, anda dapat mendengarkan radio sambil membaca teksnya untuk belajar. Anda dapat selalu mengupdate isinya dengan sesekali konek ke internet dan dapat mendengarkannya offline.
4. Learn English 6000 words
Bagi para pemula, jangan pernah bingung untuk belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Program ini menawarkan cara asik untuk belajar bahasa Inggris lewat mendengarkan. Anda dapat belajar kata-kata baru dan cara mengucapkannya. Selain itu, jika anda ingin meningkatkan kemampuan anda, anda tinggal memilih berdasarkan tingkatan: beginner, intermediate, atau advanced.
5. Learn English Audio & Video
Bosan dengan hanya mendengarkan orang berbicara di gadget anda? Dengan program ini anda dapat mendengarkan dan menonton video sambil belajar bahasa Inggris. Program ini juga dilengkapi dengan teks audio dan bantuan kosakata sulit/baru. Meskipun demikian, anda tidak perlu menonton video ini streaming alias offline. Yang tak kalah serunya, anda dapat berbagi apa yang anda tonton dengan teman anda lewat Facebook, Twitter, atau Email.
Saturday, 24 May 2014
TOEIC
Test of English for International Communication
atau sering disingkat TOEIC merupakan
tes yang didesain untuk mengukur kemampuan penggunaan bahasa Inggris sehari-hari
para pekerja atau karyawan yang bekerja di lingkungan global. Tes ini dirancang
untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja sehingga isi tesnya pun diambil dari
berbagai tempat di seluruh dunia di mana bahasa Inggris dipakai di tempat kerja
tersebut. TOEIC lahir atas prakarsa Yasuo Kitaoka yang pada tahun 1970an
meminta bantuan ETS untuk mengadakan tes kompetensi bahasa Inggris bagi pekerja
di Jepang.
Format
tes TOEIC
1. Listening dan Reading
Tes ini terdiri dari 200 soal pilihan ganda dan
berlangsung selama 2 jam. Tes Listening terdiri dari 4 bagian berjumlah 100
soal dan belangsung selama 45 menit. Sedangkan Reading, yang menguji kemampuan
kita dalam memahami text text bahasa Inggirs, terdiri dari 3 bagian sejumlah 100
soal dan tes ini berlangsung selama 75 menit.
Pada sesi Listening, peserta tes akan
mendengarkan percakapan dan pertanyaan-pertanyaan mengenai pertanyaan tersebut,
diantaranya dalam bentuk gambar, pertanyaan dan responnya, percakapan, dan
monolog sederhana.
Pada sesi Reading, peserta tes akan membaca
teks dan mengerjakan soal dalam bentuk melengkapi kalimat, mengidentifikasi
kesalahan dalam sebuah teks, dan pemahaman bacaan.
2. Speaking dan Writing
Tes Speaking berisi 11 pertanyaan yang berlangsung
selama kurang lebih 20 menit. Tes Speaking ini berfokus pada pronunciation,
vocabulary, grammar, dan fluency. Sedangkan tes Writing berisi 8 pertanyaan dan
berlangsung selama 60 menit.
Skor TOEIC
1. Listening dan Reading
Tes Listening dan Reading memiliki skor rata
rata 5-495 point. Skor Listening dan Reading tersebut digabungkan dan akan
menghasilkan skor total antara 10-990. Pembagian skor Listening dan Reading ini
ditandai dengan 5 warna berbeda, yaitu:
Oranye :
10-215
Coklat :
220-465
Hijau :
470-725
Biru :
730-850
Emas :
855-990
2. Speaking dan Writing
Skor
tes Speaking adalah:
·
Pertanyaan 1–9 skornya 0–3.
·
Pertanyaan 10–11 skornya 0–5.
·
Skor total: 0–200.
·
Ada 8 skala level kemampuan dalam
speaking.
Skor tes writing
·
Pertanyaan1–5 skornya 0–3.
·
Pertanyaan 6–7 skornya 0–4.
·
Pertanyaan 8 skornya 0–5.
·
Jumlah skor total: 0–200.
·
Ada 9 skala level kemampuan dalalm
writing
Sertifikat
TOEIC
Nilai TOEIC dapat berlaku selama 2 tahun
setelah pengambilan tes.
Tips
belajar mandiri persiapan TOEIC
1. Tingkatkan
kemampuan Listening anda lewat:
-
Podcast dari Internet;
-
Dengarkan berita di CNN, BCC,
NBC, ABC, CBS;
-
Menonton film atau acara TV
yang berbahasa Inggris;
-
Cari video menarik di YouTube;
-
Dengarkan radio seperti CNN
dan BBC dari Internet;
-
Dengarkan lagu berbahasa
Inggris.
2. Tingkatkan
kemampuan Speaking anda lewat:
-
Mulailah bercerita untuk
mendeskripsikan sesuatu yang anda lihat atau lakukan dalam bahasa Inggris;
-
Berlatihlah bercakap-cakap
dalam bahasa Inggris;
-
Cobalah berbicara dengan orang
asing lewat Skype.
3. Tingkatkan
kemampuan Writing anda lewat:
-
Tulislah jurnal harian dalam
bahasa Inggris;
-
Buatlah daftar benda yang anda
lihat setiap hari;
-
Tulislah deskripsi mengenai
keluarga dan teman;
-
Cobalah menulis email pada
kontak website tertentu;
-
Mulailah menulis blog;
-
Beri komen pada blog atau
YouTube dalam bahasa Inggris;
-
Gunakan bahasa Inggris untuk
menulis di Facebook atau media social lainnya.
4. Tingkatkan
kemampuan Reading anda lewat:
-
Membaca Koran atau majalah
bebahasa Inggris;
-
Membaca buku berbahasa
Inggris;
-
Membaca berita dan artikel
majalah online;
-
Lakukan penelitian web yang
menarik bagi anda.
IELTS
IELTS atau International English Language
Testing System merupakan tes kemampuan dan penguasaan bahasa Inggris dengan
standar International. Tes ini digunakan dan diterima oleh beberapa negara
seperti Inggris, Australia, Kanada, Afrika Selatan, Selandia Baru dan Irlandia.
Tes IELTS juga diterima di lebih dari 3000 institusi pendidikan di Amerika.
Secara
umum IELTS dibagi menjadi 2 jenis yaitu Academic Version dan General Training
Version. Academic Version adalah tes kemampuan bahasa Inggris untuk memasuki
universitas atau perguruan tinggi di negara pengguna/penutur Bahasa Inggris (English-speaking
country). Sedangkan General Training Version merupakan tes kemampuan bahasa Inggris
yang ditujukan untuk keperluan non-akademik seperti untuk mencari pengalaman kerja, non-akademik training, ataupun
keperluan imigrasi. IELTS memiliki 4 bagian tes yaitu Listening, Reading,
Writing , dan Speaking. Tes listening dan speaking memiliki isi yang sama untuk
Academic Version dan General Training Version, sedangkan untuk Reading dan
Writing berbeda.
Tes IELTS
a. Listening
Tes Listening dalam IELTS terdiri
dari empat bagian dan berlangsung selama kurang lebih 40 menit (30 menit untuk
tes dan 10 menit untuk mengisi lembar jawaban). Tes ini berisi monolog dan
dialog dan hanya diperdengarkan sebanyak satu kali. Para kandidat diberikan
waktu untuk melihat soal sebelum tes dimulai. Setelah tes selesai, kandidat
diberikan waktu 10 menit untuk mengisi lembar jawaban yang tersedia.
B. Reading
Academic Version tes terdiri dari 3 bagian
berisi 3 teks dan berjumlah 40 soal. Sedangkan untuk General Version juga
terdiri dari 3 bagian namun dengan teks yang lebih pendek (karena lebih pendek
jumlah teks bisa mencapai 5). Durasi tes adalah 60 menit.
c. Writing
Tes Writing untuk Academic Version
terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, kandidat mendeskripsikan grafik atau
diagram ke dalam tulisan. Sedangkan bagian kedua, kandidat menulis respon
tentang sebuah opini atau pendapat. Untuk General English Version juga terdiri
dari 2 bagian yaitu membuat surat dan essay. Durasi tes 60 menit.
d. Speaking
Tes Speaking terdiri dari 3 bagian. Pada
bagian pertama kandidat diberikan pertanyaan personal seperti hobi, alasan
mengambil test IELTS dan sebagainya. Bagian kedua, kandidat diberikan sebuah
topik dan kemudian memberikan komentar tentang topik tersebut. Bagian yang
ketiga berupa diskusi (dengan topik seperti bagian kedua) antara kandidat dan
penguji. Tes berlangsung 11-15 menit.
Skor IELTS
Skor IELTS menggunakan 9 Band System
dimana kandidat akan memperoleh skor antara 1 sampai dengan 9. Di setiap Band Score kandidat akan mendapat
nilai satuan penuh atau setengah nilai contoh: 6, 6.5, 7.5 dan seterusnya.
IELTS juga menggunakan sistem pembulatan (pembulatan ke atas) dalam menentukan
Band Score. Hal ini berarti jika kandidat memperoleh skor total 6.25 akan
dibulatkan menjadi 6.5 dan apabila kandidat memperoleh 6.75 akan dibulatkan
menjadi 7.
Contoh:
Jika kandidat memperoleh skor Listening
6.5, Reading 6.5, Writing 4.0 dan Speaking 8.0 akan memperoleh total Band Score
6.5 atau 6.5 + 6.5 + 4.0 + 8.0 = 25 kemudian dibagi 4 = 6.25 dan dibulatkan
menjadi 6.5
Skor IELTS ini dapat berlaku selama
2 tahun setelah mengambil tes.
Perbandingan Skor IELTS dan TOEFL
|
IELTS
|
TOEFL-iBT
|
|
0 – 4
|
0 – 31
|
|
4.5
|
32 - 34
|
|
5
|
35 - 45
|
|
5.5
|
46 - 59
|
|
6
|
60 - 78
|
|
6.5
|
79 – 93
|
|
7
|
94 – 101
|
|
7.5
|
102 – 109
|
|
8
|
110 – 114
|
|
8.5
|
115 – 117
|
|
9
|
118 - 120
|
AcEPT
Academic
English Proficiency Test adalah salah satu jenis tes untuk mengukur kemampuan
akademik seseorang dalam bahasa Inggris. Tes ini lebih dikenal dengan
singkatannya, yaitu AcEPT . Sesuai dengan namanya, peserta yang mengambil tes
ini adalah mereka yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang
lebih tinggi di universitas negeri di Indonesia, termasuk Universitas Gajah
Mada Yogyakarta. Dalam beberapa hal, format AcEPT tidak jauh berbeda dari
TOEFL, meskipun ada beberapa elemen yang sedikit berbeda. Oleh karena itu,
sekalipun calon peserta tes sudah pernah mempelajari TOEFL, alangkah lebih baik
juga jika mereka dapat mengenali dulu format AcEPT ini.
Berikut
ini beberapa informasi mengenai format AcEPT dan penilaiannya.
AcEPT
terdiri dari 5 sesi, yaitu:
·
Listening
Sesi ini
terbagi menjadi 2 bagian. Pada sesi pertama, peserta tes akan mendengarkan 10 pernyataan
pendek yang diikuti dengan pilihan interpretasi atas pernyataan tersebut dari
opsi (A), (B), (C), dan (D). Sedangkan pada sesi kedua, peserta tes akan
mendengarkan 5 monolog sederhana yang masing-masing diikuti dengan 10
pertanyaan terkait.
·
Vocabulary
Sesi ini
terdiri dari 30 butir soal. Pada 15 butir soal pertama, peserta tes diminta
untuk melengkapi teks sesuai dengan pilihan kata atau frase yang sesuai dengan
konteks dalam kalimat/teks tersebut. Sedangkan pada 15 butir soal terakhir,
peserta tes diminta untuk melengkapi kalimat dengan padanan kata yang sesuai.
·
Grammar
& Structure
Sesi ini
terdiri dari 3 bagian yang sudah sangat popular di antara tes bahasa Inggris
lainnya, yaitu Sentence Completion, Cloze Test, dan Error Identification. Bgian
1 yaitu Sentence Completion terdiri dari 15 butir soal dimana peserta tes diminta untuk melengkapi
kalimat dengan memilih jawaban yang paling tepat. Bagian 2, Cloze Test, terdiri
dari 10 butir soal dimana peserta tes diminta untuk melengkapi teks, yang
beberapa kata/frasenya dilesapkan, dengan memilih opsi yang berisi jawaban
sesuai. Bagian 3, Error Identification, terdiri dari 5 butir soal dimana
peserta diminta untuk menentukan kesalahan yang terdapat pada kalimat.
·
Reading
Comprehension
Sesi ini
terdiri dari 40 butir soal yang harus dijawab sesuai dengan teks yang tersedia.
·
Composing
Sesi ini
terdiri dari 4 bagian. Pada pagian pertama, sebanyak 10 butir soal, peserta tes
diminta untuk memilih opsi yang menunjukan parafrase yang paling sesuai dengan
kalimat original. Pada bagian kedua, sebanyak 10 butir soal, peserta tes
diminta untuk memilih kata/frase yang tepat untuk menggantikan kata/frase yang
digaris bawahi pada kalimat soal. Pada bagian kedua, juga 10 butir soal,
peserta harus menentukan kalimat yang paling sesuai dengan aturan penulisan
bahasa Inggris dari 4 opsi yang tersedia. Pada bagian ke tiga (6 butir soal),
peserta tes diminta untuk memilih kalimat yang paling tepat untuk melanjutkan
kalimat pertama yang digaris bawahi dalam soal. Dan pada 4 butir soal terakhir,
peserta tes diminta untuk mengurutkan kalimat-kalimat sesuai aturan penulisan
bahasa Inggris dari kalimat yang tersusun secara acak dalam soal.
Jumlah keseluruhan soal
yang terdapat dalam AcEPT adalah sebanyak 170 butir soal dengan bobot
masing-masing soal sebesar 2,5 poin. Rentang nilai AcEPT ini adalah 0 – 426
dari terendah sampai tertinggi. Sementara itu, untuk lolos dalam seleksi calon
mahasiswa S2 dan S3 di UGM sendiri kandidat perlu nilai minimal 209 (kurang
lebih setara dengan TOEFL 450) untuk kualifikasi S2 dan 268 (kurang lebih
setara dengan TOEFL 500) untuk Kualifikasi S3.
Subscribe to:
Posts (Atom)








.png)


